Pemerintah diminta segera mengambil langkah darurat untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi berulang di Bali dan beberapa daerah lain. CEO Institute for Essential Services and Research (IESR), Fabby Tumiwa, mendesak pemerintah membenahi rantai pasok BBM nasional.

Krisis BBM terjadi setelah kebijakan subsidi yang diterapkan pemerintah mengalami gangguan. Kebijakan ini menyebabkan kenaikan harga BBM yang signifikan, sehingga menyebabkan kelangkaan di sejumlah daerah. Fabby menekankan bahwa kelangkaan BBM tidak hanya memengaruhi harga, tetapi juga mengganggu kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kelangkaan BBM sebelumnya telah terjadi di beberapa wilayah, termasuk Bali, yang menjadi pusat pariwisata. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan sosial. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi BBM, termasuk memastikan ketersediaan BBM di daerah-daerah yang rentan.

Kebijakan subsidi BBM telah menjadi isu yang sering dibahas dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kelangkaan yang terjadi kembali menunjukkan kelemahan dalam sistem distribusi. Pemerintah harus segera menindaklanjuti rekomendasi dari lembaga seperti IESR untuk mencegah dampak lebih besar terhadap masyarakat.