Pelajar disabilitas di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memainkan peran utama dalam upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu, 28 Oktober 2026. Upacara yang digelar di restoran cepat saji Jalan Djuanda menandai perubahan dari tradisi biasa yang melibatkan pelajar sekolah umum. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) swasta menjadi pusat perhatian dalam acara yang dihadiri oleh masyarakat setempat.
Para pelajar disabilitas ini diberi tugas sebagai petugas upacara, termasuk membawa bendera dan mengikuti protokol peringatan. Mereka menunjukkan keberanian dan partisipasi aktif dalam acara yang memiliki makna sejarah. Kehadiran mereka menegaskan komitmen masyarakat untuk inklusivitas dan penghargaan terhadap keberagaman.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini menjadi momentum penting untuk menyoroti peran individu dengan disabilitas dalam kehidupan sosial dan politik. Ini juga mencerminkan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif dan partisipasi aktif semua lapisan masyarakat. Upacara ini menunjukkan bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakang, memiliki tempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


























