Presiden Prabowo Subianto menanyakan keberadaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Gunung Putri, Jawa Barat. Dedi Mulyadi tidak hadir dalam pertemuan tersebut meskipun dianggap sebagai tokoh penting dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Ciremai.

Dedi Mulyadi sebelumnya telah berkomunikasi dengan Menteri terkait sebelum menghadapi tantangan karhutla di Gunung Ciremai. Ia juga mengirimkan laporan tentang upaya penanganan kebakaran tersebut. Meski tidak hadir, Dedi Mulyadi tetap terlibat dalam koordinasi penanganan darurat.

Rakornas TPAKD 2026 diadakan untuk mempercepat akses keuangan daerah dan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi. Prabowo menyoroti kehadiran para kepala daerah sebagai kunci keberhasilan program tersebut. Ia menanyakan keberadaan Dedi Mulyadi karena dianggap sebagai tokoh yang paling dekat dengan situasi di lapangan.

Dedi Mulyadi dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam penanganan karhutla di Jawa Barat. Ia juga terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Meski tidak hadir secara langsung, ia tetap memberikan kontribusi melalui komunikasi dan laporan.

Kehadiran Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD dianggap penting karena pengalaman dan keterlibatannya langsung dalam penanganan darurat. Prabowo menekankan pentingnya koordinasi antara pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan.