Vietnam menjadi pemimpin pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara tahun 2026 dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 8,4 persen, menurut laporan terbaru. Indonesia berada di bawah Vietnam dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,1 persen. Laporan ini menyoroti pergeseran kecepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Pertumbuhan ekonomi Vietnam didorong oleh sektor manufaktur, perdagangan, dan investasi asing. Negara ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam ekspor dan penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, Indonesia tetap menjadi salah satu ekonomi terbesar di kawasan, tetapi pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan negara tetangga.
Pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara terus berubah seiring pergeseran pola ekonomi global dan peningkatan investasi di sektor digital. Vietnam, dengan kebijakan ekonomi yang lebih terbuka dan infrastruktur yang terus berkembang, berhasil mempercepat pertumbuhan. Indonesia, meski memiliki pasar dalam negeri yang besar, masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing dan efisiensi.























