Ratusan mahasiswa dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (28/10/2026). Mereka berkumpul di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyuarakan kekecewaan terhadap kenaikan harga beras dan praktik penagihan utang ilegal yang dianggap merugikan masyarakat. Aksi ini dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Tasikmalaya.
Para mahasiswa menyatakan bahwa kenaikan harga beras telah memberatkan kehidupan warga lokal, terutama keluarga miskin dan usia lanjut. Mereka juga menuntut pemerintah untuk menindak tegas praktik debt collector ilegal yang sering menipu masyarakat dengan metode tidak manusiawi. Aksi ini diikuti oleh sejumlah besar massa yang menuntut transparansi dan keadilan dalam pengelolaan harga pangan.
Demonstrasi ini merupakan bagian dari serangkaian aksi protes yang dilakukan mahasiswa di Jawa Barat dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, mahasiswa di daerah lain juga menuntut penurunan harga bahan pokok dan perlindungan hak konsumen. Aksi ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatasi inflasi dan krisis ekonomi.


























