Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 11,57 poin ke level 5.185,11 pada hari Jumat. Penurunan ini terjadi setelah MSCI membuka konsultasi mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market ke Standalone Market.

Konsultasi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama terkait dampaknya terhadap aliran investasi asing dan kinerja industri keuangan nonbank. MSCI mengatakan bahwa penurunan klasifikasi bisa memengaruhi akses pasar Indonesia bagi investor internasional.

Pasar saham Indonesia telah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa minggu terakhir, dengan pergerakan IHSG yang berfluktuasi akibat ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan domestik. Kebijakan MSCI menjadi salah satu faktor yang memperparah ketidakstabilan tersebut.

Penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia ke Standalone Market bisa berdampak signifikan terhadap kinerja industri keuangan nonbank, karena kategori ini biasanya menunjukkan tingkat keterbukaan pasar yang lebih rendah dibanding Emerging Market. Kebijakan ini juga bisa memengaruhi kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia.

Konsultasi MSCI menjadi isu yang mendapat perhatian luas, baik dari kalangan investor maupun otoritas keuangan. Pemerintah dan regulator sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk memastikan stabilitas pasar dan meminimalkan dampak negatif dari rencana klasifikasi tersebut.