Kredit perbankan di Indonesia tumbuh 13,26% secara tahunan hingga September 2026, menurut data yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Pertumbuhan ini mencakup kredit di luar program pemerintah, yang menunjukkan dinamika keuangan yang bergerak cepat.

Pertumbuhan kredit perbankan terutama didorong oleh sektor-sektor seperti perdagangan, konstruksi, dan manufaktur. Data menunjukkan bahwa kredit di luar program pemerintah meningkat signifikan, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap sistem keuangan. Selain itu, kredit konsumsi juga mengalami peningkatan, terutama dalam sektor perumahan dan kendaraan.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menyatakan bahwa kredit perbankan tetap menjadi salah satu instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan pertumbuhan yang stabil, BI memperkirakan bahwa kredit perbankan akan terus berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Namun, BI juga memantau dengan cermat risiko yang mungkin muncul dari pertumbuhan kredit yang cepat.