Banyak relawan yang terlibat langsung dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal. Kematian mereka terjadi selama upaya evakuasi dan pemadamkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.

BNPB mengungkapkan bahwa korban jiwa termasuk relawan yang bekerja di lapangan. Mereka menghadapi risiko tinggi akibat kondisi cuaca ekstrem dan kepadatan asap. Evaluasi akan mencakup prosedur penanggulangan, pelatihan, serta perlindungan keselamatan personel.

Kebakaran hutan yang terjadi beberapa bulan lalu telah menyebabkan kerugian besar. Pemerintah dan organisasi lokal terus berupaya memulihkan area terkena dampak. Namun, kematian relawan menimbulkan kekhawatiran akan kebijakan dan perlindungan di lapangan.

Kebakaran hutan dan lahan sering kali terjadi akibat faktor alami dan manusia. Di beberapa wilayah, upaya pencegahan masih kurang efektif. BNPB menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan dan pelatihan bagi semua pihak terlibat.