Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperluas jaringan sensor pemantauan kualitas udara. Hal ini dilakukan setelah hasil pemantauan digital BMKG menunjukkan sejumlah area di Jabar masuk kategori kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kondisi ini terutama terjadi di kawasan aglomerasi Bandung Raya.

Dedi Mulyadi memantau langsung data lingkungan melalui instrumen digital BMKG. Ia menilai perlunya penambahan titik sensor untuk memastikan informasi kualitas udara lebih akurat dan mencakup lebih banyak wilayah. Pemantauan ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah mengambil kebijakan yang tepat dalam mengatasi polusi udara.

Kualitas udara tidak sehat terjadi karena berbagai faktor, termasuk emisi kendaraan, aktivitas industri, dan pengaruh cuaca. BMKG telah melakukan pemantauan secara berkala, tetapi Dedi menilai jaringan sensor saat ini masih terbatas. Ia menekankan pentingnya data yang lebih luas untuk mengidentifikasi sumber polusi dan mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.