Buku Perang Kognitif karya Brigjen TNI Agus Bhakti dibahas dalam diskusi di Universitas Padjajaran (Unpad). Buku ini mengupas isu informasi palsu dan manipulasi digital yang semakin mengancam demokrasi Indonesia. Penulis membahas bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa menjaga integritas demokrasi sambil tetap memperbolehkan kritik.

Diskusi dihadiri oleh akademisi, aktivis, dan peneliti. Mereka sepakat bahwa media sosial menjadi ruang utama penyebaran informasi yang tidak akurat. Buku ini juga menyebutkan tantangan dalam menghadapi demonstrasi tahun 2025, yang dianggap sebagai ujian bagi kekuatan demokrasi Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan regulasi media sosial untuk mengurangi penyebaran hoaks. Namun, banyak pihak mengkritik kebijakan ini karena bisa membatasi kebebasan berekspresi. Buku ini menawarkan alternatif, yaitu pendekatan pendidikan digital dan peningkatan literasi masyarakat.

Perang kognitif, menurut penulis, bukan hanya tentang kekuasaan politik, tetapi juga tentang perubahan mindset masyarakat terhadap informasi. Pemahaman ini menjadi kunci untuk menjaga demokrasi Indonesia di tengah tantangan digital yang semakin kompleks.