Nilai tukar petani (NTP) pada Oktober 2026 mencapai 132,60, naik 1,13% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan terjadi di seluruh subsektor pertanian, dengan hortikultura menjadi yang paling tinggi dengan kenaikan 6,88%.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa harga jual komoditas pertanian mengalami peningkatan di berbagai daerah. Hortikultura mencatat kenaikan tertinggi karena permintaan pasar yang meningkat, terutama untuk sayuran musim panas. Subsektor perkebunan dan tanaman pangan juga mengalami kenaikan, meski lebih rendah dari hortikultura.

Kenaikan NTP ini terjadi setelah beberapa bulan kenaikan yang stabil. Peningkatan harga dipengaruhi oleh faktor permintaan domestik yang meningkat, serta kenaikan biaya produksi. Namun, BPS menegaskan bahwa data ini masih dalam rangkaian pengamatan dan belum mencerminkan kondisi pasar secara lengkap. Kenaikan harga juga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama di daerah pedesaan.