IHSG mengalami penurunan signifikan hingga 3,23% pada Kamis, 29 Oktober 2026, menyentuh level 5.111. Indeks ini terpuruk akibat tekanan pasar yang berkepanjangan. Seluruh sektor pasar saham masuk zona merah, menunjukkan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume transaksi menurun dibandingkan hari sebelumnya. Beberapa sektor utama seperti keuangan, infrastruktur, dan perdagangan mengalami tekanan terbesar. Analis menyebut kondisi ini mencerminkan ketidakstabilan pasar akibat faktor eksternal dan internal.

Kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang meningkat dan kebijakan moneter yang ketat. Investor mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko, mencari alternatif investasi lebih aman. Kondisi IHSG yang terpuruk ini menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait dalam mengambil langkah strategis untuk mengembalikan kestabilan pasar.