Dron militer Rusia menyerang peron stasiun kereta api di Dnipro, Ukraina, pada Kamis (29/10), menyebabkan setidaknya 14 orang tewas. Laporan awal menyebutkan jumlah korban meninggal mencapai 13 orang, dengan beberapa sumber menyebutkan jumlah kematian bisa lebih tinggi. Serangan tersebut terjadi saat penumpang menunggu kereta di peron.

Dron yang digunakan dalam serangan tersebut mengenai langsung ke area penumpang, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa. Pihak berwenang Ukraina mengonfirmasi adanya serangan tersebut, dengan beberapa sumber menyebutkan bahwa serangan ini adalah bagian dari rangkaian serangan drone Rusia yang terus dilakukan di wilayah tengah-timur Ukraina.

Serangan drone Rusia di Dnipro bukanlah yang pertama dalam beberapa bulan terakhir. Pada Oktober 2023, Rusia juga melakukan serangan serupa di wilayah Kiev, dengan drone menyerang jembatan di atas Sungai Dnipro. Serangan-serangan ini terjadi saat Rusia dan Ukraina terus meningkatkan aktivitas militer, sementara negosiasi perdamaian yang dijembatani Amerika Serikat masih dalam tahap awal.

Serangan di Dnipro menambah tekanan pada pemerintah Ukraina, yang telah memperingatkan bahwa sanksi terhadap Rusia tidak boleh dilemahkan selama perang berlangsung. Pemimpin Ukraina, Volodimir Zelenski, juga menyoroti kebiadaban serangan Rusia dalam pernyataan resmi.

Serangan drone Rusia terus menjadi ancaman utama bagi infrastruktur sipil di Ukraina, dengan korban jiwa yang terus meningkat. Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab dan detail serangan tersebut, sementara masyarakat Ukraina mengutuk tindakan militer Rusia yang semakin ganas.