Industri daur ulang baterai kendaraan listrik di Eropa masih menghadapi tantangan signifikan, menurut studi sementara dari HHL Leipzig Graduate School of Management. Penelitian ini menyoroti bahwa proses daur ulang baterai masih mengalami kerugian besar, meskipun sektor energi terbarukan terus berkembang.
Kebutuhan akan baterai kendaraan listrik meningkat pesat, namun sistem daur ulang belum mampu menangani volume limbah yang dihasilkan. Studi ini menunjukkan bahwa biaya operasional dan keuntungan dari daur ulang baterai masih belum seimbang.
Beberapa faktor seperti biaya pengumpulan baterai bekas, teknologi daur ulang yang belum optimal, serta regulasi yang belum selaras menjadi hambatan utama. Peneliti menyarankan perlu adanya inovasi teknologi dan kebijakan yang lebih mendukung industri daur ulang.
Kebijakan pemerintah dan investasi dalam infrastruktur daur ulang menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan dan industri terkait.



























