Pengadilan di São Paulo, Brasil, telah mengeluarkan keputusan yang melarang perusahaan teknologi Meta menggunakan konten dari media untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI). Keputusan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap tuntutan dari tiga asosiasi media, termasuk Asosiasi Nasional Penerbitan (ANJ), Asosiasi Radio dan Televisi Brasil (ABERT), serta Asosiasi Penerbit Majalah Nasional (ANER).

Keputusan ini menyatakan bahwa Meta tidak boleh mengumpulkan, menyalin, menyimpan, atau menggunakan konten tanpa izin dari media yang terkait. Selain itu, pengadilan juga menetapkan denda sebesar 1 juta real (sekitar 180.000 dolar AS) per hari jika Meta melanggar aturan tersebut. Keputusan ini berlaku sementara hingga kasus tersebut diselesaikan secara lebih lanjut.

Sebelumnya, Meta telah mengusulkan kebijakan baru yang memungkinkan penggunaan konten media secara gratis untuk pelatihan AI. Namun, tuntutan dari asosiasi media menekankan bahwa penggunaan konten tanpa izin melanggar hak kekayaan intelektual dan mengancam kebebasan pers. Pengadilan Brasil menilai bahwa kebijakan ini tidak seimbang dan berpotensi merugikan media lokal.

Keputusan ini menjadi yang pertama di dunia yang menolak kebijakan serupa dari perusahaan teknologi besar. Pengadilan juga menekankan pentingnya perlindungan hak cipta dan kebebasan media dalam era digital. Dengan keputusan ini, Meta diminta untuk segera menghentikan aktivitas yang melanggar aturan tersebut.