Banjir bandang yang melanda Solok, Sumatra Barat, pada 21 September 2026, menyebabkan kerusakan parah di wilayah tersebut. Menurut Daryono, bencana ini tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat, tetapi juga oleh masalah di daerah aliran sungai (DAS). Kondisi DAS yang tidak dikelola dengan baik memperparah dampak banjir, membuat aliran air tidak terkendali.
Kerusakan infrastruktur dan rumah warga terus bertambah setelah hujan deras mengguyur kota selama beberapa hari. Pemerintah setempat sedang berupaya memperbaiki sistem pengelolaan air untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Meski belum ada laporan korban jiwa, kerugian material terus bertambah.
Kebijakan pengelolaan DAS menjadi sorotan setelah bencana ini. Para ahli menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber air. Upaya peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan bisa mencegah bencana serupa di masa mendatang.



























