Trump menolak tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, meski kenaikan harga bahan bakar memperparah ketegangan. Tindakan ini terjadi di tengah persiapan pemilu midterm di Amerika Serikat, yang menjadi fokus utama bagi Partai Republik. Pemimpin Iran menyatakan bahwa AS akan dipaksa keluar dari Timur Tengah, menunjukkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara.

Meski Iran mengusulkan pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari, Trump menolak tawaran tersebut, menurut laporan media. Kenaikan harga minyak terus berlanjut, memperburuk situasi ekonomi global. Mediator masih berusaha mencapai kesepakatan, tetapi upaya tersebut terhambat oleh ketegangan yang meningkat.

Pernyataan Trump juga menolak klaim bahwa ia menawarkan pengurangan sanksi dan pelepasan dana yang dibekukan kepada Iran. Pihak berwenang AS menegaskan bahwa tawaran tersebut tidak benar. Konflik ini memperlihatkan ketegangan yang berkelanjutan antara AS dan Iran, dengan dampak yang luas pada stabilitas regional dan pasar minyak.