Iran mengungkapkan syarat-syarat yang dianggap penting untuk melanjutkan proses diplomatik dengan Amerika Serikat (AS) setelah hampir dua tahun tanpa kesepakatan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan hal ini pada Rabu, 23 September. Syarat-syarat tersebut, menurut sumber resmi, mencakup keinginan Iran untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan keamanan yang setara dengan kebijakan AS.
Baghaei menekankan bahwa dialog dengan AS harus didasarkan pada prinsip kesetaraan dan keadilan. Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan AS terhadap kebijakan Iran dalam menghadapi tekanan internasional. Meski demikian, ia tidak memberikan detail spesifik mengenai syarat-syarat tersebut.
Pihak Iran menilai bahwa dialog dengan AS harus mencakup kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Namun, hingga saat ini, AS belum memberikan respons resmi terhadap tawaran Iran. Kondisi ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral antara Iran dan AS masih terjebak dalam siklus negosiasi yang tidak berkesudahan.


























