Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan harapan untuk hujan turun di wilayah ibukota paling lambat hari Sabtu, 24 Oktober. Ia mengungkapkan bahwa modifikasi cuaca menjadi strategi utama dalam upaya mengatasi kekeringan yang terjadi di Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan keberhasilan modifikasi cuaca. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan volume air hujan yang turun, sehingga dapat membantu mengisi danau serta saluran air di Jakarta.
Kekeringan yang terjadi di Jakarta telah memengaruhi sejumlah wilayah, terutama di sekitar kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Kondisi ini menyebabkan penurunan level air di beberapa titik, termasuk di kawasan Taman Mini Indonesia Indah dan Kebun Binatang Ragunan.
Modifikasi cuaca sebelumnya telah dilakukan beberapa kali di Jakarta, namun hasilnya belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Pramono menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.
Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat, yang berharap hujan dapat segera turun untuk mengurangi dampak kekeringan. Namun, pihak berwenang masih menunggu hasil evaluasi BMKG sebelum memutuskan langkah lebih lanjut.



























