Tiga ekor trenggiling, dua di antaranya adalah induk dan anak, ditemukan mati di lahan terbakar di Kelurahan Pangmilang, Singkawang. Kematian satwa langka ini diduga disebabkan oleh asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran hutan atau lahan (karhutla). Kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut menyebabkan kondisi udara sangat berbahaya bagi hewan-hewan yang tinggal di sana.

Kebakaran terjadi beberapa hari sebelum penemuan jenazah trenggiling. Warga setempat mengatakan bahwa asap tebal yang menggantung di udara membuat hewan kesulitan bernapas. Trenggiling, yang biasanya hidup di hutan lebat, terpaksa berusaha mencari udara segar, tetapi akhirnya tidak berhasil.

Pihak setempat sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Namun, kejadian ini menunjukkan dampak serius dari karhutla terhadap kehidupan satwa liar. Kebijakan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut.