Serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan satu warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Serangan ini terjadi satu hari setelah serangan sebelumnya yang menewaskan 13 orang dan melukai ratusan orang. Pemerintah Saudi mengonfirmasi kejadian tersebut, sementara pihak berwenang Pakistan menyatakan dukungan terhadap tindakan balasan Riyadh.
Serangan Houthi terhadap bandara internasional ini menunjukkan intensitas konflik regional yang berlangsung. Militan Houthi, yang didukung Iran, terus menargetkan fasilitas penting di Arab Saudi, termasuk bandara dan kota-kota strategis. Serangan terbaru ini memperparah tekanan terhadap sektor pariwisata dan investasi asing di negara tersebut.
Konflik antara Houthi dan pemerintah Arab Saudi telah berlangsung selama bertahun-tahun. Houthi, yang berbasis di Yaman, terus melakukan serangan udara dan darat terhadap target di Arab Saudi, sementara pihak berwenang Saudi melancarkan operasi militer di Yaman. Beberapa negara, termasuk Pakistan, Mesir, Turki, dan Arab Saudi, telah menyatakan penolakan terhadap serangan Houthi dan mendukung tindakan balasan Riyadh.
Kebijakan diplomatik dan upaya mediasi antara Iran dan Arab Saudi terus dilakukan, meskipun progresnya masih terbatas. Serangan terhadap bandara Riyadh menunjukkan bahwa konflik ini masih sangat dinamis dan berpotensi memengaruhi stabilitas regional.


























