Jakarta dan Bali masing-masing meluncurkan inisiatif terbaru dalam pengelolaan kependudukan dan layanan visa. Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta menerapkan pintu eGates berbasis biometrik tanpa kontak, yang mempercepat proses pemeriksaan. Sistem ini mengurangi waktu transit hingga 40%. Di sisi lain, Bali mengaktifkan visa bisnis otomatis 24 jam yang memungkinkan pengunjung memperoleh visa dalam waktu singkat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan efisiensi layanan kependudukan dan menarik lebih banyak wisatawan serta pengusaha. Penerapan eGates di Jakarta bertujuan mengurangi antrian dan meningkatkan kenyamanan bagi penumpang. Sementara itu, visa bisnis otomatis di Bali dirancang untuk memudahkan akses bagi pengunjung yang ingin menjalankan aktivitas bisnis sementara.
Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk modernisasi sistem administrasi kependudukan dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Kedua inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yang ramah terhadap investasi dan wisata.

















