NASA mengamati musim badai aktif di Pasifik Barat tahun 2026 yang dipengaruhi fenomena El Niño. Fenomena ini memicu munculnya Super Typhoon In-fa dan sisa badai Champi. NASA Earth Observatory mencatat aktivitas badai yang lebih intens dibanding tahun sebelumnya.
Aktivitas badai di Pasifik Barat mencapai puncaknya pada bulan Mei 2026. Super Typhoon In-fa menjadi salah satu badai terkuat yang tercatat dalam musim tersebut. Badai ini mengakibatkan kerusakan signifikan di wilayah pesisir Jepang dan Korea Selatan. Sisa badai Champi juga menyebabkan hujan lebat dan banjir di daerah dataran rendah.
Fenomena El Niño memengaruhi pola cuaca global dengan meningkatkan suhu permukaan laut di Pasifik Selatan. Hal ini memperkuat pembentukan badai tropis. NASA mencatat bahwa El Niño berkontribusi pada peningkatan frekuensi dan intensitas badai dalam musim 2026.
Sebelumnya, NASA telah melakukan pengamatan terhadap perubahan konsentrasi dioksida karbon di atmosfer selama sepuluh tahun terakhir. Data ini membantu memahami dampak perubahan iklim terhadap siklus cuaca. El Niño dan La Niña menjadi faktor penting dalam variasi pola cuaca global.
NASA mengingatkan bahwa fenomena alam seperti El Niño memperkuat kebutuhan untuk memantau perubahan iklim secara berkala. Data yang dikumpulkan membantu ilmuwan memprediksi dampak jangka panjang terhadap sistem iklim bumi.






















