Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menjelaskan kekhawatiran mengenai kebocoran data dalam proyek satelit Lampung-1 yang melibatkan kerja sama dengan Tiongkok. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan data dalam proyek tersebut.

BRIN juga mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi nuklir sedang dilakukan untuk mendukung kebutuhan di bidang kesehatan dan pangan. Teknologi ini dikembangkan secara damai dan bertujuan memperkuat ketahanan nasional.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk pendanaan riset BRIN. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan dalam berbagai bidang riset dan inovasi.