Iran menjadi salah satu negara yang diprediksi mengalami kontraksi ekonomi terbesar pada tahun 2026, menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Keuangan Internasional (IMF). Negara ini berada dalam daftar sepuluh negara dengan proyeksi ekonomi terburuk, bersama dengan Irak dan Qatar. Proyeksi ini mencerminkan tekanan yang terus meningkat akibat sanksi internasional, krisis politik, dan ketidakstabilan ekonomi yang berkepanjangan.

Kondisi ekonomi Iran semakin memburuk karena sanksi yang diterapkan oleh negara-negara Barat, terutama AS, yang membatasi akses ke pasar global dan sumber daya keuangan. Selain itu, krisis politik internal dan ketidakstabilan sosial juga berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. IMF memperingatkan bahwa situasi ini bisa memperparah kesenjangan antara kelas atas dan bawah, serta meningkatkan risiko ketidakstabilan lebih lanjut.

Dalam konteks global, proyeksi ini menunjukkan bahwa beberapa negara di kawasan Timur Tengah menghadapi tantangan ekonomi yang serupa. Meski demikian, pemerintah Iran masih berupaya untuk mengurangi dampak sanksi melalui kebijakan domestik dan kerja sama dengan negara-negara lain. Namun, keberhasilan upaya ini masih tergantung pada kondisi politik dan ekonomi yang lebih luas.