Iran menunggu respons resmi dari AS setelah Presiden Donald Trump menolak usulan pembukaan Selat Hormuz yang diusulkan oleh Teheran. Usulan tersebut, yang disampaikan melalui mediator Qatar, menawarkan pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari dengan syarat pencabutan sanksi terhadap Iran. Namun, Trump menolak tawaran itu, menyatakan bahwa Iran hanya mengajukan usulan karena "sedang kalah".
Pembicaraan antara Iran dan AS terus tertunda setelah perang di wilayah Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari 2026. Iran menekankan pentingnya solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik, sementara Trump menuduh Iran terburu-buru dalam upaya mencapai kesepakatan. Meskipun Iran menunggu respons resmi dari pihak AS, tidak ada indikasi bahwa negosiasi akan segera mencapai titik balik.




























