Peneliti dari Universitas Padjajaran (Unpad) memprediksi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Oktober 2026 mencapai 5 hingga 11 persen. Proyeksi ini didasarkan pada kenaikan harga bensin olahan di Singapura MOPS, yang menjadi salah satu referensi utama dalam menentukan harga BBM di Indonesia. Peneliti menyoroti fluktuasi harga internasional yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan kebijakan energi internasional.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi di Singapura MOPS terjadi karena kenaikan harga minyak mentah dan biaya produksi yang meningkat. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi pengguna kendaraan bermotor. Meski belum ada kebijakan resmi dari pemerintah, peneliti menyarankan pemerintah untuk memantau harga secara berkala dan mempertimbangkan kebijakan subsidi yang lebih efisien.

Kebijakan harga BBM selalu menjadi sorotan publik karena dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Proyeksi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi bisa terjadi dalam waktu dekat, sehingga mendorong kebutuhan antisipasi dari pihak terkait.