Transaksi digital melalui BCA terus meningkat, dengan pendapatan non bunga mencapai Rp 13,2 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penggunaan layanan remitansi digital, yang menjadi pilihan utama bagi masyarakat. BCA mencatatkan peningkatan signifikan dalam volume transaksi, terutama dari segi kecepatan dan kenyamanan layanan yang ditawarkan.

Kebutuhan akan layanan keuangan digital semakin meningkat, terutama di tengah dinamika ekonomi yang berubah cepat. BCA berupaya memperkuat posisinya sebagai bank digital yang inovatif dengan berbagai fitur terbaru. Penggunaan aplikasi mobile dan layanan online menjadi lebih luas, terutama di kalangan usia muda. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital yang semakin mudah diakses.