Pemain poker online di Jakarta diduga menjadi korban serangan siber yang memungkinkan peretas mengintip kartu lawan saat permainan berlangsung. Serangan ini menggunakan malware yang diduga telah menyebabkan kerugian hingga jutaan dolar. Para korban melaporkan bahwa data permainan mereka diakses tanpa izin, termasuk kartu yang dibuka dan hasil permainan.

Malware ini diduga diselipkan ke dalam aplikasi poker online melalui kelemahan sistem. Para peretas kemungkinan menggunakan data tersebut untuk memperkirakan langkah lawan dan meningkatkan peluang menang. Beberapa pemain mengatakan bahwa mereka kehilangan uang secara signifikan akibat kebocoran data.

Serangan siber ini menunjukkan kelemahan keamanan di aplikasi permainan online. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak pengelola aplikasi, beberapa pengguna mengungkapkan bahwa mereka telah mengalami kerugian finansial. Kejadian ini memperkuat kebutuhan untuk meningkatkan keamanan sistem digital di sektor hiburan online.