Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk pendanaan riset BRIN. Dana ini diharapkan dapat mendukung berbagai proyek penelitian dan inovasi di berbagai bidang.

Selain itu, BRIN juga menjawab kekhawatiran terkait kebocoran data dalam proyek satelit Lampung-1 yang melibatkan kerja sama dengan Tiongkok. Arif Satria menegaskan bahwa pihaknya memastikan keamanan data dan transparansi dalam setiap proyek yang dijalankan.

BRIN juga mengungkapkan pengembangan teknologi nuklir yang sedang dilakukan untuk mendukung kebutuhan di bidang kesehatan dan pangan. Teknologi ini dikembangkan secara damai dan fokus pada pemanfaatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan nasional.