Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga dalam kebijakan moneter terbarunya. Keputusan ini diungkapkan dalam pertemuan Dewan Gubernur BI yang berlangsung beberapa hari lalu. Kepala Badan Koordinasi Pembaruan Perindustrian (Kadin), Anindya, menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan manfaat bagi dunia usaha. Menurutnya, suku bunga yang tetap membantu perusahaan lebih mudah mendapatkan pendanaan untuk berkembang.

Pertemuan tersebut juga membahas dampak inflasi dan stabilitas ekonomi. BI mengatakan bahwa kebijakan moneter tetap berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Anindya menekankan bahwa kebijakan BI membantu meningkatkan akses pendanaan bagi usaha kecil dan menengah. Hal ini diharapkan mendorong ekspansi bisnis dan peningkatan produktivitas.

Kebijakan BI juga mempertimbangkan kondisi global dan risiko ekonomi. Meski tidak ada perubahan signifikan, BI tetap memantau dinamika pasar keuangan. Kadin menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.