DPR Amerika Serikat memulai penyelidikan terhadap hubungan antara Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan mantan presiden Donald Trump. Penyelidikan ini fokus pada keterkaitan antara Gianni Infantino, presiden FIFA, dengan pemerintahan Trump. DPR meminta Infantino memberikan dokumen terkait serta menjalani wawancara untuk klarifikasi.
Penyelidikan ini muncul setelah adanya kecurigaan terhadap transparansi dalam kebijakan FIFA selama masa kepemimpinan Trump. Meski Trump telah meninggalkan jabatan presiden, investigasi tetap berlangsung untuk menelusuri potensi konflik kepentingan. Tidak ada indikasi langsung terkait pelanggaran hukum, namun DPR ingin memastikan tidak ada kebijakan yang memperkuat kepentingan pribadi.
Sementara itu, Trump juga terlibat dalam isu politik internasional dengan ancaman terhadap Iran di Sidang Umum PBB. Ancaman ini menunjukkan sikap keras Trump terhadap negara tersebut, meski tidak terkait langsung dengan penyelidikan FIFA. Kedua isu ini menunjukkan berbagai aspek kebijakan Trump yang masih menjadi sorotan setelah ia meninggalkan jabatan.





























