Bank Indonesia memproyeksi kerugian akibat serangan siber di Indonesia mencapai Rp111,02 triliun pada tahun 2026. Proyeksi ini dibuat dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya infrastruktur keamanan informasi.
Bank Indonesia menekankan bahwa ancaman siber semakin meningkat, baik dari segi frekuensi maupun dampaknya. Dalam laporan terbaru, lembaga tersebut menyebutkan bahwa sektor keuangan dan teknologi menjadi target utama serangan siber.
Proyeksi ini muncul setelah pihak Bank Indonesia melakukan evaluasi terhadap risiko keamanan siber di Indonesia. Evaluasi ini melibatkan analisis data dari berbagai instansi pemerintah dan swasta. Hasilnya menunjukkan bahwa kebutuhan akan keamanan siber di Indonesia semakin mendesak.
Kebutuhan peningkatan infrastruktur keamanan informasi di Indonesia semakin mendesak, terutama dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. Bank Indonesia menyarankan pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan investasi dalam bidang keamanan siber.

























