Pertamina, perusahaan energi nasional Indonesia, menjadi korban serangan siber yang dilakukan oleh kelompok pemerasan RansomHouse pada September 2026. Serangan ini menargetkan sistem jaringan Pertamina, menyebabkan hilangnya ribuan dokumen dan data sebesar 6GB. Menurut laporan, kelompok RansomHouse mengklaim telah berhasil menyerang infrastruktur digital Pertamina dan meminta tebusan sebagai imbalan untuk mengembalikan akses data.
Pertamina sedang melakukan investigasi untuk mengetahui sumber dan cara masuknya serangan tersebut. Pihak perusahaan belum mengungkapkan jumlah kerugian finansial akibat insiden ini. Namun, kehilangan data tersebut berpotensi mengganggu operasional bisnis Pertamina, terutama dalam pengelolaan informasi sensitif dan manajemen energi.
Serangan siber ini menunjukkan semakin tingginya risiko keamanan digital di sektor energi. Pertamina dikenal sebagai salah satu perusahaan yang memiliki sistem informasi kritis. Kehilangan data dalam jumlah besar menimbulkan kekhawatiran akan keamanan informasi nasional. Pemerintah dan lembaga terkait sedang memantau situasi ini untuk mencegah dampak lebih luas.
























