Manchester City dituduh melakukan praktik penipuan dengan menyusun kontrak palsu yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya dengan sejumlah mitra komersialnya. Penyelidikan menunjukkan bahwa klub tersebut melanggar regulasi finansial selama sembilan musim terakhir. Laporan menyebutkan bahwa kontrak-kontrak ini dirancang untuk menutupi kegiatan finansial yang tidak transparan.

Klub Premier League ini dikenai sanksi oleh badan pengawas olahraga setelah ditemukan indikasi penipuan terhadap mitra bisnis. Tidak ada detail spesifik tentang mitra yang terlibat, tetapi penyelidikan sedang berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut. Penyelidikan ini menyoroti kebutuhan transparansi dalam operasi finansial klub sepak bola.

Kebijakan regulasi finansial di sepak bola semakin ketat, dan Manchester City menjadi salah satu klub yang terlibat dalam kasus ini. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah praktik penipuan dan memastikan keadilan dalam industri olahraga.