Manchester City dinyatakan bersalah atas 115 pelanggaran keuangan Premier League dalam periode sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. Putusan ini dibuat oleh komisi independen yang menemukan bahwa klub tersebut melanggar aturan finansial liga. Keputusan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain dan pemimpin politik.
Premier League mengkhawatirkan penundaan hukuman terhadap Manchester City, yang bisa merusak integritas liga dan memengaruhi persaingan gelar musim ini. Pemimpin kabinet Inggris, Andy Burnham, menyatakan akan mempublikasikan detail pertemuan dengan tokoh-tokoh Manchester City setelah menerima kritik atas responsnya terhadap putusan ini.
Kemenangan Manchester City atas Liverpool 3-0 di Anfield menunjukkan bahwa klub tidak terganggu oleh ketidakpastian hukuman. Pelatih Enzo Maresca, yang menggantikan Pep Guardiola, menunjukkan start yang sempurna dalam menghadapi tantangan besar. Meski begitu, keputusan ini memicu kritik terhadap integritas liga dan keadilan dalam kompetisi.
Sebelumnya, mantan pemain seperti Paul Pogba dan Jamie Carragher memberikan tanggapan atas putusan ini. Carragher memprediksi Manchester City akan memenangkan gelar musim ini, sementara Pogba menyatakan harapan bahwa liga akan tetap adil.
Putusan ini juga memicu reaksi dari penggemar, dengan beberapa penggemar Liverpool menantang Manchester City dengan tautan di stadion. Meski begitu, Manchester City tetap menunjukkan dominasi mereka di Premier League, memperkuat posisi mereka sebagai tim kuat.






















