Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami tiga kali letusan dalam periode pengamatan Kamis (27/8) pagi hingga siang. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 08.00 Wita, diikuti dua letusan lainnya dalam waktu beberapa jam. Aktivitas vulkanik ini menyebabkan endapan lava yang mencapai jarak sejauh 4,3 kilometer dari titik letusan.

Pengamatan menunjukkan bahwa letusan tidak menyebabkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur atau kehidupan masyarakat sekitar. Namun, pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari area rawan. Aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi masih dalam pantauan intensif.

Kepala Badan Geologi menyatakan bahwa letusan ini termasuk dalam kategori aktivitas normal, meski memerlukan evaluasi lebih lanjut. Data seismik dan pengamatan visual terus dikumpulkan untuk memastikan kestabilan gunung berapi tersebut.