AS membuka kembali ruang negosiasi dengan Iran, menurut Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz. Meski hubungan antara AS dan Iran tetap tegang, Washington menunjukkan keinginan untuk kembali ke meja perundingan. Namun, Iran mengancam akan melakukan serangan terhadap basis militer AS jika negosiasi tidak berhasil.

Sementara itu, AS melaporkan bahwa Tiongkok terlibat aktif dalam kampanye sanksi terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Tiongkok terlibat dalam upaya AS untuk membatasi akses Iran. Pada saat yang sama, Iran mengancam akan menggunakan senjata baru terhadap AS, menurut laporan media Nigeria.

Di Selat Hormuz, kegiatan perdagangan laut menurun drastis karena ketegangan antara AS dan Iran. AS mengalihkan 109 kapal dagang melalui jalur strategis ini. Pihak AS juga mengancam akan melakukan serangan terhadap basis dan kapal militer Iran jika serangan besar diluncurkan.

Koalisi militer AS dan Inggris menunjukkan kemajuan teknologi dengan menembak torpedo dari drone bawah air. Ini menunjukkan peningkatan kemampuan militer dalam konflik dengan Iran. Meski demikian, hubungan antara AS dan Saudi Arabia masih tidak stabil, dengan Presiden Trump terus mengubah pendirian terkait dukungan militer terhadap operasi militer di Yaman.